Jumat, November 20, 2009

Ikhlas Adalah Jawaban Untuk Semua Ini

Seorang teman pernah mengatakan bahwa manusia itu indah menurut caranya masing-masing. Jika memang manusia memiliki cara tersendiri untuk membuat diri atau orang disekitarnya menjadi indah, tentu mereka juga memiliki cara lain untuk membuat kebalikannya.

Ketika cara kita menghasilkan sesuatu yang indah, tentu kita akan merasa bahagia. Tetapi jika tidak, tentu kebahagiaan itu mustahil kita rasakan.

Ketika keindahan itu datang, saya sendiri merasakan sesuatu yang orang bilang kebahagiaan. Saya mengagungkan sesuatu yang indah itu, sampai-sampai saya tidak peduli dan menutup mata untuk hal lain diluar keindahan yang saya dapatkan tersebut.

Lain halnya ketika saya mendapatkan sesuatu yang tidak indah. Dengan jurus external locus of control, saya menyalahkan orang lain dan seolah-olah merasa bahwa ketidakindahan itu terjadi bukan karena cara yang saya lakukan serta berpikir bahwa tidak seharusnya ketidakindahan itu saya dapatkan.

Ternyata, saya melupakan satu hal.

Saya tidak ikhlas.

Saya terlalu angkuhg dan sombong ketika mendapatkan sesuatu yang indah. Bahkan keangkuhan dan kesombongan itu membuat saya lupa untuk mengucap syukur kepada Pemberi Kebahagiaan. Akhirnya, saya menjadi tidak ikhlas ketika Tuhan menguji saya dengan ketidakindahan yang Dia beri.

Dari sebuah, catatan di facebook milik seorang teman, saya menyadari arti keikhlasan. Disana tertulis bahwa ketika Tuhan mengambil sesuatu yang ada pada diri kita, itu artinya Tuhan akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik lagi dibandingkan dengan yang telah Tuhan ambil.

Tuhan memiliki rencana tersendiri dengan membiarkan saya dan teman-teman saya merasakan sakit karena menerima lontaran kata-kata ini :

"Ternyata dia masih ada dipikiran kamu."
"Aku pengen kamu jadi yang terakhir buat aku."
"Lo mau bikin gue gila?"
"Jangan pernah ninggalin aku.."
"Cuma kamu orang yang paling aku percaya!"
"Ikhlasin aku ya..."

Karena saya percaya, bahwa suatu saat nanti Tuhan akan memberikan ganti yang lebih baik atas sesuatu yang Dia hilangkan dari kita. Tuhan sayang kepada kita semua, makanya Tuhan memberikan ketidakindahan ini agar kita bisa belajar ikhlas dan siap menerima keindahan-keindahan lain yang telah Dia sediakan untuk kita.

Terimakasih telah membuat saya tersenyum lagi

Saya Bersembunyi Di Balik Hujan

Hai.
Apa kabar ?
Cukup lama saya tidak memposting tulisan dalam blog ini, terlalu banyak alasan yang menyebabkan saya tidak menulis lagi. Atau lebih kasarnya, saya kehilangan semangat dalam menulis.
[sigh]

Faktor utama yang membuat jemari-jemari saya kembali menari pada keyboard kompi sehingga membuahkan tulisan ini adalah karena satu hal, yaitu hujan.

Hujan memberikan cerita tersendiri buat saya. Suara gemerecik air yang turun seolah-olah menjadi satu rangkaian alunan musik yang manis. Hawa dingin yang terasa, menjadi penghangat bagi tubuh manusia yang merindukan hujan seperti saya. Bahkan genangan air yang diam pun menjadi teman disaat saya merasa sepi. Apalagi aroma tanah setelah hujan, mmmmm.... harum.

Banyak hal yang saya alami dimasa penghujan ini. Tetesan air hujan seolah-olah menganalogikan berbagai hal yang terjadi dalam diri saya. Entah itu cerita sedih atau bahagia. Karena justru dari hujan itu sendiri, saya akhirnya menemukan jawaban dan kebahagiaan.

Saya jadi teringat dengan sebuah pertanyaan yang pernah saya lontarkan kepada seorang teman disaat hujan :

"Kalo hujan, burung terbang kemana ya?"

Teman saya mengatakan bahwa walaupun burung-burung itu memiliki sayap dan bebas untuk terbang kemanapun mereka mau, mereka tetap membutuhkan tempat untuk berlindung. Mereka membutuhkan rasa aman dan tempat berteduh. Begitu juga seperti manusia, sesuai dengan hierarki kebutuhan yang dilontarkan oleh Abraham Maslow.

Dan untuk hujan yang turun kali ini, saya hanya tersenyum kecil dan bersembunyi dibaliknya.

Sabtu, Oktober 31, 2009

Would You Be My Sweet November....

Pernah nonton film Sweet November yang diperankan oleh Keanu Reeves dan Charlize Theron?

Kalau pernah, pastinya kalian sangat berharap jika keindahan dan keromantisan cinta yang ada dalam film tersebut bisa kalian rasakan, khususnya di bulan November ini.


Film ini menceritakan wanita muda yang cantik yang diperankan Charlize Theron, yang selalu berganti pasangan setiap bulannya dan ia memilih Keanu Reeves sebagai Mr.Novembernya.

Selama satu bulan tersebut, Theron mengembalikan nilai-nilai cinta yang dilupakan oleh Reeves. Theron berusaha mengubah dunia dan kebiasaan jelek Reeves yang workaholic dan kurang bisa menikmati hidup. Film tersebut, menghadirkan adegan-adegan romantis yang membuat saya terhanyut, sampai-sampai saya berangan-angan seandainya Keanu Reeves benar-benar menjadi My Mr.November.

[berkhayal].

November kali ini menjadi November pertama yang saya lewati setelah saya menonton film tersebut.
Karena saya merupakan manusia pemimpi stadium akut, pastinya di November ini saya berharap bisa merasakan posisi Charlize Theron. Ya walaupun sepertinya sangat mustahil.

[hhhe]

So, film Sweet November yang saya tandai 5 bintang dan 2 acungan jempol ini, sangat saya rekomendasikan untuk kalian yang belum pernah menontonnya. cepet nonton dan segera temukan your sweet november……

Jumat, Oktober 23, 2009

Cinta Itu Jorok

Dari sekian banyak definisi tentang cinta, saya paling suka dengan definisi cinta yang teman saya katakan bahwa cinta itu jorok, karena jatuhnya suka dimana-mana tanpa memandang orang dan waktunya. Kita semua tahu, bahwa cinta tidak pernah memperhitungkan kepada siapa ia akan berlabuh dan kapan tepatnya ia akan melabuhkan diri.

Dalam tulisan ini, saya akan sedikit menceritakan tentang kejorokan cinta yang saya alami. tapi jangan pernah mengartikan kejorokan cinta ini seperti pup yang dikeluarkan dipagi hari apalagi sampai membayangkan saya yang jatuh cinta sama pup saya sendiri.

Selamat berjorok ria dengan cinta.
[hhe]

Kejorokan cinta yang pertama.

Waktu SMA dulu, saya pernah suka sama cowok yang tinggalnya tidak terlalu jauh dengan rumah saya. Alasan saya menyukainya karena wajahnya yang oriental mirip Tao Ming Tse. [lebay]. Setiap hari saya selalu melihat dia, tetapi tidak ada sedikitpun hasrat dan keberanian untuk menyapanya atau sekedar memberikan senyuman.

Di awal saya masuk kuliah, si-cowok-mirip-Tao Ming Tse tersebut pindah rumah dan kebetulan rumah baru yang ditempatinya itu termasuk ke dalam rute perjalanan yang sering saya lewati ketika pulang dan pergi ke kampus. Otomatis, setiap hari saya bisa puas memandanginya.

Sayangnya, beberapa hari kemudian saya baru tahu bahwa si-cowok-mirip-Tao Ming Tse itu sudah punya istri. OMG !! Sempet ngerasa patah hati dan tidak menyangka bahwa dibalik wajahnya yang oriental dan terlihat muda itu, dia sudah menjadi suami orang.

Kejorokan cinta yang kedua.

Saya sedikit ragu untuk menyebutkan bahwa kisah ini sebagai suatu kisah cinta, karena bagi sebagian orang, cinta ini dianggap sebagai cinta terlarang.

Di kampus, saya pernah melihat seorang cowok, sebenernya susah juga buat memanggil dia sebagai cowok, karena dia bukan cowok. HE IS SHE.

Awalnya saya ragu untuk menentukan apakah si-cowok-yang-ternyata-cewek itu seorang cowok atau cewek. Ketika saya berpikir bahwa dia seorang cowok, saya melihat ada kejanggalan dalam dirinya yaitu ada sedikit tonjolan didadanya. Sedangkan ketika saya berpikir bahwa dia seorang cewek, wajah maskulinnya itu sangat tidak wajar dimiliki oleh seorang wanita. Setelah saya mencari tahu, ternyata dia adalah seorang cewek yang berpenampilan cowok.

Jujur, saya sempat merasa kagum dan tertarik dengan penampilan fisiknya yang seperti seorang pria. Garis-garis maskulin yang terlukis diwajahnya itu seakan menghapus sisi feminin yang ada dalam dirinya. Sehingga saya pun sempat menganggap dia sebagai seorang pria. Andaikan dia seorang pria, pasti saya akan menjadikan dia sebagai kecengan saya. [berkhayal].

Kejorokan cinta yang ketiga.

Let’s you think : menyukai salah satu personil band terkemuka di Bandung apakah bisa dikatakan sebagai cinta yang jorok atau tidak ?

Jawabannya : IYA.

Karena saya menyukai si-personil-band yang sudah beristri.

Jangan menginterpretasikan bahwa diri saya adalah seorang electra complex. karena secara sadar saya akui bahwa sampai saat ini saya masih menjadi seorang manusia yang normal. Hanya saja saya salah sasaran dalam menjatuhkan cinta yang saya miliki.

Tidak pernah terpikirkan sedikitpun dalam benak saya bahwa si-personil-band itu sudah memiliki istri. Waktu awal ketemu, saya langsung interest dengan wajahnya yang terlihat baik dan pribadinya yang mantab. [mobil pribadi dan blackberry pribadinya. hhe]

Sampai saat saya membaca info di facebooknya.

sex : male. pria tulen pastinya.
birthday : August, 17, 1980. ummm, cukup matang untuk ukuran seorang pria.
relations : married to *********** . WHATTTTT !!???!!


Dari ketiga cerita tentang cinta saya dan segala kejorokannya tersebut, saya mengambil beberapa pembelajaran yang harus saya perhatikan dalam pencarian cinta selanjutnya.

Jangan tertipu dengan wajah dari seorang pria, karena dibalik itu semua ada sesuatu yang tersembunyi. wajah polos atau wajah tuir tidak menentukan apakah dia sudah menikah atau belum. Perhatikan dadanya, kalau perlu di cek langsung, apakah terdapat tonjolan atau tidak. selain itu, teliti sebelum memilih pasangan, perhatikan di semua jarinya, apakah terpasang cincin atau tidak. kalau tidak, tancap aja !! hhe.

saran dari seorang teman : jangan cari personil band lagi.

well, sepertinya saya akan mencari penyanyi solo aja. Kalau belum dapat juga, saya mungkin akan berpindah haluan ke penyanyi dangdut. hhe.

tarik mang… !!!!

Sabtu, Oktober 17, 2009

Tiada Yang Salah Dengan Perbedaan

……
Tiada yang salah dengan perbedaan dan segala yang kita punya
Yang salah hanyalah sudut pandang kita dan membuat kita terpisah
Karena tak seharusnya perbedaan menjadi jurang
Bukankah kita diciptakan untuk dapat saling melengkapi
……

(Tere-Mengapa Ini Terjadi)

Benar sekali apa yang dikatakan dalam lirik lagu diatas. Bahwa tidak ada yang salah dengan perbedaan. Jika dikatakan bahwa sudut pandang kita yang salah, mungkin ada benarnya.

Beberapa minggu kebelakang, saya dan teman-teman di kampus sedang mempersiapkan suatu acara kajian film psikologi yang mengusung tema perbedaan. Selama itu juga, pikiran saya terus dihuni oleh kata tersebut.

Akan terasa sakit sekali, jika perbedaan menjadi pembatas diantara kita dan orang lain. Banyak sekali contoh yang terjadi dilingkungan kita, ketika dua makhluk Tuhan tidak dapat bersatu hanya karena perbedaan keyakinan atau latar belakang. Bahkan tante saya sendiri pun mengalaminya, ketika mereka berdua telah berniat untuk membangun lentera keluarga, niat mereka terhalangi oleh orang tua pihak lelaki yang tidak setuju hanya karena Tante saya berdarah Jawa. (what the…!!!)

Terkadang saya masih bersikap antipati terhadap orang-orang yang saya anggap berbeda. Saya pun kerap memunculkan sikap dan pemikiran yang tidak baik terhadap mereka. Namun ketika saya melihat seorang Kristiani dan Muslim berjalan bersama, saya melihat sisi lain dari perbedaan. sisi manis dari perbedaan, menurut konsep film dokumenter yang sedang teman-teman dan saya buat.

Kita semua tahu, didunia ini tidak ada orang yang memiliki sidik jari yang sama. Itulah tandanya kita diciptakan berbeda oleh Tuhan, karena Dia menginginkan kita untuk lebih memaknai arti perbedaan itu sendiri.

dan pertanyaannya adalah :
sudah seberapa dalamkah kita memaknai arti perbedaan itu sendiri ???

Senin, Oktober 12, 2009

Janji Yang Terberat

Rabu, 7 Agustus 2009, saya memutuskan untuk bolos kuliah karena menghadiri acara pernikahan sahabat saya. walaupun hanya akad nikah dan tanpa adanya resepsi pernikahan, tidak sedikitpun mengurangi esensi dari kesakralan satu janji suci dua makhluk Tuhan ini.

Awalnya saya kaget mendengar kabar pernikahan yang mendadak dari sahabat saya tersebut. ditambah lagi dengan kabar-kabar tak sedap tentang dia yang mampir di telinga saya. jujur, saya sempat memberikan penilaian negatif atas apa yang terjadi padanya. namun perlahan, saya menyadari bahwa sikap itu tak seharusnya saya tujukan padanya. karena saat sekarang ini, bukan penilaian negatif yang mesti ia terima, tetapi dukungan yang positif agar ia tetap bangkit dan bertahan dalam kondisi yang jatuh seperti ini.

Saya langsung memeluk dia ketika saya datang. senyumnya tidak pernah berubah, masih sama seperti terakhir kali saya melihat senyumnya setahun yang lalu.

Sahabat saya : tyas… gua kayak jurig, yas… gua kayak bencong….
Saya : kenapa ?
Sahabat saya : liat dong, alis gua abis ni…

dia tetap bisa bercanda dalam keadaan berbadan dua seperti ini. tidak ada sedikit pun goresan kesedihan yang tampak dari wajahnya, malah semakin membuatnya ayu dengan riasan wajah yang terlukis dengan cerah. cantik.

saya berada dibelakang dia ketika akad nikah itu berlangsung. kebahagiaan saya bertambah ketika melihat kain putih menutupi kepala mereka dan penghulu sudah siap untuk menikahkan mereka. saya pun tidak kuat menahan tetesan air mata ketika para saksi menyetujui bahwa akad nikahnya sah. saya bahagia melihat dia bahagia.

sedikit percakapan yang terjadi antara saya dan tetangga-sahabat-saya, pasca terciptanya kata sah dari penghulu.

tetangga-sahabat-saya : janji yang terberat itu adalah janji pernikahan….
saya : iya [senyum]
tetangga-sahabat-saya : mau nyusul juga ?
saya : hhehhe. amin…
tetangga-sahabat-saya : tenang aja, kita semua udah dapet jatahnya sendiri dari Yang Diatas.
saya : [senyum]

well, dari dulu saya berharap bisa menikah muda. setelah mendengar tetangga-sahabat-saya mengatakan bahwa janji pernikahan adalah janji yang terberat, saya malah jadi ragu. saya pikir masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan untuk melangkah ke arah situ. mungkin impian saya untuk menikah muda tidak akan pernah hilang, hanya saja saya harus mempersiapkan segala halnya jika memang tetap menginginkan hal tersebut.

[sigh]

saya ucapkan selamat datang untuk sahabat saya yang telah melangkah menuju fase terindah sekaligus penuh tantangan hidup.
title ‘istri’ sudah melekat padamu, sist.
terimakasih untuk bunga melatinya.

happy wedding for whie & amet.