Dari sekian banyak definisi tentang cinta, saya paling suka dengan definisi cinta yang teman saya katakan bahwa cinta itu jorok, karena jatuhnya suka dimana-mana tanpa memandang orang dan waktunya. Kita semua tahu, bahwa cinta tidak pernah memperhitungkan kepada siapa ia akan berlabuh dan kapan tepatnya ia akan melabuhkan diri.
Dalam tulisan ini, saya akan sedikit menceritakan tentang kejorokan cinta yang saya alami. tapi jangan pernah mengartikan kejorokan cinta ini seperti
pup yang dikeluarkan dipagi hari apalagi sampai membayangkan saya yang jatuh cinta sama
pup saya sendiri.
Selamat berjorok ria dengan cinta.
[hhe]
Kejorokan cinta yang pertama.Waktu SMA dulu, saya pernah suka sama cowok yang tinggalnya tidak terlalu jauh dengan rumah saya. Alasan saya menyukainya karena wajahnya yang oriental mirip Tao Ming Tse. [lebay]. Setiap hari saya selalu melihat dia, tetapi tidak ada sedikitpun hasrat dan keberanian untuk menyapanya atau sekedar memberikan senyuman.
Di awal saya masuk kuliah, si-cowok-mirip-Tao Ming Tse tersebut pindah rumah dan kebetulan rumah baru yang ditempatinya itu termasuk ke dalam rute perjalanan yang sering saya lewati ketika pulang dan pergi ke kampus. Otomatis, setiap hari saya bisa puas memandanginya.
Sayangnya, beberapa hari kemudian saya baru tahu bahwa si-cowok-mirip-Tao Ming Tse itu sudah punya istri. OMG !! Sempet ngerasa patah hati dan tidak menyangka bahwa dibalik wajahnya yang oriental dan terlihat muda itu, dia sudah menjadi suami orang.
Kejorokan cinta yang kedua.Saya sedikit ragu untuk menyebutkan bahwa kisah ini sebagai suatu kisah cinta, karena bagi sebagian orang, cinta ini dianggap sebagai cinta terlarang.
Di kampus, saya pernah melihat seorang cowok, sebenernya susah juga buat memanggil dia sebagai cowok, karena dia bukan cowok. HE IS SHE.
Awalnya saya ragu untuk menentukan apakah si-cowok-yang-ternyata-cewek itu seorang cowok atau cewek. Ketika saya berpikir bahwa dia seorang cowok, saya melihat ada kejanggalan dalam dirinya yaitu ada sedikit tonjolan didadanya. Sedangkan ketika saya berpikir bahwa dia seorang cewek, wajah maskulinnya itu sangat tidak wajar dimiliki oleh seorang wanita. Setelah saya mencari tahu, ternyata dia adalah seorang cewek yang berpenampilan cowok.
Jujur, saya sempat merasa kagum dan tertarik dengan penampilan fisiknya yang seperti seorang pria. Garis-garis maskulin yang terlukis diwajahnya itu seakan menghapus sisi feminin yang ada dalam dirinya. Sehingga saya pun sempat menganggap dia sebagai seorang pria. Andaikan dia seorang pria, pasti saya akan menjadikan dia sebagai kecengan saya. [berkhayal].
Kejorokan cinta yang ketiga.Let’s you think : menyukai salah satu personil band terkemuka di Bandung apakah bisa dikatakan sebagai cinta yang jorok atau tidak ?
Jawabannya : IYA.
Karena saya menyukai si-personil-band yang sudah beristri.
Jangan menginterpretasikan bahwa diri saya adalah seorang
electra complex. karena secara sadar saya akui bahwa sampai saat ini saya masih menjadi seorang manusia yang normal. Hanya saja saya salah sasaran dalam menjatuhkan cinta yang saya miliki.
Tidak pernah terpikirkan sedikitpun dalam benak saya bahwa si-personil-band itu sudah memiliki istri. Waktu awal ketemu, saya langsung
interest dengan wajahnya yang terlihat baik dan pribadinya yang mantab. [mobil pribadi dan
blackberry pribadinya. hhe]
Sampai saat saya membaca info di facebooknya.
sex : male. pria tulen pastinya.
birthday : August, 17, 1980. ummm, cukup matang untuk ukuran seorang pria.
relations : married to *********** . WHATTTTT !!???!!
Dari ketiga cerita tentang cinta saya dan segala kejorokannya tersebut, saya mengambil beberapa pembelajaran yang harus saya perhatikan dalam pencarian cinta selanjutnya.
Jangan tertipu dengan wajah dari seorang pria, karena dibalik itu semua ada sesuatu yang tersembunyi. wajah polos atau wajah tuir tidak menentukan apakah dia sudah menikah atau belum.
Perhatikan dadanya, kalau perlu di cek langsung, apakah terdapat tonjolan atau tidak. selain itu,
teliti sebelum memilih pasangan, perhatikan di semua jarinya, apakah terpasang cincin atau tidak. kalau tidak, tancap aja !! hhe.
saran dari seorang teman : jangan cari personil band lagi.
well, sepertinya saya akan mencari penyanyi solo aja. Kalau belum dapat juga, saya mungkin akan berpindah haluan ke penyanyi dangdut. hhe.
tarik mang… !!!!